Bipang atau Babi Panggang Trending Twitter Usai Dipromosikan Jokowi

RILIS.ID – Babi panggang atau bipang menjadi trending topic di media sosial Twitter setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan sejumlah makanan khas daerah.

Lengkapnya baca:

Selain bipang Ambawang, Jokowi juga mempromosikan beberapa makanan khas daerah. Di antaranya gudeg, siomai, bandeng, dan pempek.

“Sebentar lagi lebaran, namun karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan bersama,” kata Jokowi dalam video yang dilihat Rilis.id di Twitter, pada Sabtu (8/5/2021).

Presiden Jokowi juga mengajak seluruh masyarakat yang rindu kuliner khas daerah untuk tidak ragu memesannya secara online.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomai Bandung, pempek Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan-kesukaan akan sampai di rumah,” ucap Jokowi.

Video Jokowi pun menjadi trending topic di Twitter. Hingga Sabtu pukul 12.40 WIB, sedikitnya ada 17.000 kicauan yang memuat kata bipang.

“Temanya kan lebaran… Ngapa ada Bipang Ambawang Pak?,” cuit akun @BossTemlen.

“Ingat selain lebaran tanggal 13 mei hari raya kenaikan Yesus ke Surga, jadi bipang ambawang itu hak kami…,” timpal akun @KatolikG.

“Sadar atau tidak Pemimpin Negara telah memancing Kegaduhan bagi rakyatnya, Teks Pidato Kepala Negara Ga boleh disamakan dng Pidato2 orang lain, sekalipun kami Non Muslim ikut cuti tp moment cuti kali ini milik Sodaraku umat Muslim, Sudahlah Narasi Bipang nya u/ kami2 saja,” ujar akun @HeraLoebss.

“Untuk lebaran Idul Fitri kok disuruh pesan makanan ” BIPANG AMBAWAN” yang memiliki cita rasa babi panggang,” kata akun @PutraWadapi.

“Ngomong pesan Bipang (babi panggang) dalam konteks liburan lebaran tentu kurang elok. Tapi jangan lupa juga ada libur kenaikan Isa al Masih. Artinya, menyebut Bipang dalam konteks ini tentu bisa dipahami. Kelirunya itu gak semua konteks liburan disebutkan sedari awal. Heboh deh (emoticon),” tulis akun @na_dirs.

Diketahui, Bipang Ambawang merupakan kuliner khas Kalimantan Barat. Penjualannya pun sudah dilakukan secara online melalui media sosial maupun platform lainnya. (*)

This article was gathered automatically by our news bot. We help YouTubers by driving traffic to them for free. The featured image in this article is the thumbnail of the embedded video.

Leave a Comment

Close
Share via
Copy link